Beranda > Berita, Foto > Hanya Foto, Apa Yang Dapat Anda Komentari ?

Hanya Foto, Apa Yang Dapat Anda Komentari ?

Bersyukurlah Akan Karunia Yang Telah DiberikanNya…Karena Masih Banyak Saudara-Saudaramu Dibelahan Dunia Lain Yang Masih Sangat Menderita….

Kasihilah Mereka

image0025

image0034

image0043

image0084

image0065

image0073

image0056

Sungguh Kasihan…!!!

Hanya IniYang Dapat KuUcapkan

  1. wista
    24/03/2009 pada 2:58 pm | #1

    ini beneran ya????
    mirs bgt ngeliatnya.

  2. tike
    24/03/2009 pada 3:44 pm | #2

    bener2 mengiris hati….

  3. 24/03/2009 pada 4:08 pm | #3

    Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?? Bersyukurlah qt krn masih diberi limpahan rizki… Ya Allah …

  4. 24/03/2009 pada 5:04 pm | #4

    manusia hidup di dunia membawa takdrnya masing2 yang sudah digariskan oleh Tuhan jauh sebelum kelahirannya. maka janganlah heran dengan apa terjadi dengan manusia2 itu. karena yang menggerakkan hati manusia untuk bersyukur atou tidak toh Tuhan juga, meskipun 1001 contoh di depan mata. salah satunya ya foto ini.

  5. 24/03/2009 pada 5:11 pm | #5

    dampak ledakan penduduk>>>
    dimana kita bisa menenem padi klo semua lahan dipakai rumah<<>>kiamat

    itu yang bisa saya katakan!!!

  6. eZZühad_KA
    24/03/2009 pada 6:20 pm | #6

    Berbagilah……wahai bapak2 presiden, menteri, birokrat, orang2 kaya, orang2 mampu…….. Ingatlah manusia akan mati..! Saudaraku

  7. 24/03/2009 pada 7:54 pm | #7

    Walaupun manusia memang ditakdirkan dari atas,tapi se mua orang termasuk kita semua punya pelajaran masing masing.Apakah kita bersimpati pada keadaan itu?Lalu bagai mana perasaan kita mengetahui hal itu?Saya yakin hal itulah yang menjadi pelajaran kita.Semoga hanya yang sesuai dengan kehendak Tuhan lah yang terjadi pada semua mahluk. Amin

  8. 24/03/2009 pada 8:43 pm | #8

    ckkckc
    yeadhi

  9. 24/03/2009 pada 9:14 pm | #9

    Masih banyak saudara2 kita yang kurang beruntung di luar sana, oleh sebab itu hendaknya kita selalu mengucap syukur kepada sang pencipta dalam suka maupun duka. Karena segala yg telah diberikannya adalah indah..

    salam kenal..

  10. BAE
    25/03/2009 pada 7:49 am | #10

    Miris :-( .

  11. eva
    25/03/2009 pada 8:04 am | #11

    Ya Alloh bener-bener sedih gw ngeliatnya,”Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan,mudah-mudahan foto ini bisa membuat manuia tidak menjadi sombong dan selalu bersyukur atas Segala Rahmah,Nikmat yang diberikan oleh Alloh

  12. tyoxminer
    25/03/2009 pada 8:10 am | #12

    Liat tu foto2nya…!

    Kita harus bersyukur atas semua nikmatNYA,,,

  13. checep05
    25/03/2009 pada 8:18 am | #13

    bukan rekaan photoshop khan…?

  14. oogitu
    25/03/2009 pada 8:37 am | #14

    I thank god for what I have now,,,,,, Semoga mereka yang ada di foto diangkat derajatnya dan diberikan kebahagiaan yang lebih lebih lebih dari sekrang,,,,,

  15. Bonaventura
    25/03/2009 pada 9:00 am | #15

    mr syeh puji…uang anda sebaiknya digunakan untuk membantu mereka dari pada buat mengawini anak – anak ingusan yg datang bulan aja blm tentu mereka sudah rasakan,ingat…ingat hidup ini cuma sekali,mengapa anda bisa hidup berfoya – foya sementara anak -anak di sana untuk makan sekali sehari aja tidak bisa…anda manusia kan? anda punya hati nurani kan??

  16. Bonaventura
    25/03/2009 pada 9:02 am | #16

    wahai orang – orang kaya materi,ingat uang anda tidak menjamin anda masuk surga,ketika anda mati uang anda tidak akan ikut dikubur bersama anda

  17. Eny H
    25/03/2009 pada 9:17 am | #17

    Sabarlah saudarakau, itu semua cobaan. Kalau engkau sabar, fadhilahmu di hari kiamat lebih besar dari kami-kami yang bergelimang harta, bersenda gurau dalam maksiat dan main internet. Jika kami tidak bertobat.
    Benar kan guys?

  18. rasgar
    25/03/2009 pada 9:21 am | #18

    Hanya Lagu Iwan Fals yang bisa kutulis untuk Photo2 yang mengiris hati ini.

    Dengar rintihan berjuta kepala
    Waktu lapar menggila
    Hamparan manusia tunggu mati
    Nyawa tak ada arti

    Kering kerontang meradang
    Entah sampai kapan
    Datang tikam nurani

    Selaksa doa penjuru dunia
    Mengapa tak rubah bencana
    Menjerit Afrika mengerang Ethiopia

    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia

    Derap langkah sang penggali kubur
    Angkat yang mati dengan kelingking
    Parade murka bocah petaka
    Tak akan lenyap kian menggema

    Nafas orang-orang disana
    Merobek telinga
    Telanjangi kita

    Lalat-lalat berdansa cha cha cha
    Berebut makan dengan mereka
    Tangis bayi ditetek ibunya
    Keringkan air mata dunia

    Obrolan kita dimeja makan
    Tentang mereka yang kelaparan
    Lihat sekarat dilayar TV
    Antar kita pergi ke alam mimpi

    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia

    ” Disana terlihat ribuan burung nazar…
    Terbang disisi iga iga yang keluar…
    Jutaan orang memaki takdirnya…
    Jutaan orang mengutuk nasibnya…
    Jutaan orang marah…
    Jutaan orang tak bisa berbuat apa apa… “

    ” Setiap detik selalu saja ada yang merintih…
    Setiap menit selalu saja ada yang mengerang…”

    Ethiopia Ethiopia
    Ethiopia Ethiopia

    “ Aku dengar jeritmu dari sini…
    Aku dengar…
    Aku dengar tangismu dari sini…
    Aku dengar… “

    ” Namun aku hanya bisa mendengar…
    Aku hanya bisa sedih…
    Hitam kulitmu…
    Sehitam nasibmu kawan… ”

    ” Waktu kita asik makan…
    Waktu kita asik minum…
    Mereka haus…
    Mereka lapar…
    Mereka lapar…
    Mereka lapar… “

    salam kenal rasgar

  19. 25/03/2009 pada 9:44 am | #19

    Jangan hanya kasihan… sisihkan sebagian rezeki kita untuk fakir miskin yang ada di sekitar kita.

  20. pimpii
    25/03/2009 pada 9:53 am | #20

    Ternyata kita masih jauh-jauh-jauh lebih beruntung dari mereka. Ya Allah jauhkan mereka dari kesengsaraan…. Tunjukkan jalan agar aku dapat membantu mereka yang membutuhkan

  21. 25/03/2009 pada 10:43 am | #21

    Kasihan kita tak berarti jika cuma berkata “kasihan” tanpa do;a dan bantuan untuk mereka..

    http://WWW.FATHULHIDAYAH.CO.CC

  22. suciptoardi
    25/03/2009 pada 10:58 am | #22

    sotosop tuh…

  23. aghaztya
    25/03/2009 pada 11:24 am | #23

    bersyukurlah kita yang masih dberi keshatan dan rezeki dari NYA…..

  24. engeldvh
    25/03/2009 pada 11:45 am | #24

    Buset……….
    Ternyata, ada pemandangan kayak gitu yak
    http://engeldvh.wordpress.com

  25. 25/03/2009 pada 12:10 pm | #25

    aku pernah liat foto2 itu berkali2…dan aku merasa sangat bersyukur smapai hari..bersyukur kepadaNya

  26. NURLYANTO
    25/03/2009 pada 1:04 pm | #26

    wah… sungguh mengharukan… sudah sepantasnya kita bersukur dengan keadaan kita yang sekarang ini…

  27. irahsa
    25/03/2009 pada 1:36 pm | #27

    Bersyukur dan bersyukur lagi.. yep..that’s life.. :)

  28. yuhendrablog
    25/03/2009 pada 1:48 pm | #28

    banyak2 bersyukur kita seharusnya,…
    dan bukan hanya di ethiophia aja,
    di negara kita sendiri Indonesia sesungguhnya masih ada kasus seperti ini,..
    sangat miris sekali,..

    buat admin,
    sebuah postingan yang bagus !! :D

  29. forbetterhealth
    25/03/2009 pada 2:00 pm | #29

    kalau ini video hantu cewek cantik, apa komentar anda…? klik http://forbetterhealth.wordpress.com/2009/03/25/hantu-cewek-cantik/

  30. 25/03/2009 pada 2:02 pm | #30

    apaan siy ni…

  31. 25/03/2009 pada 2:34 pm | #31

    Foto tahun berapa ya? Jaman penjajahan?

    Ngak penting fotonya bosss, yang penting anda komentar saja :D :D :D

  32. 25/03/2009 pada 2:36 pm | #32

    Gatega liatnya

  33. genmuda
    25/03/2009 pada 3:26 pm | #33

    inilah nasib generasi kita apabila kita tidak berubah dari sekarang!!!!.

    salam pengelola genmuda.

  34. 25/03/2009 pada 3:28 pm | #34

    Ya Allah… Moga aja kita nggak sampai mengalami yang seperti itu

  35. 25/03/2009 pada 3:50 pm | #35

    subhanallah

  36. 25/03/2009 pada 3:51 pm | #36

    ternyata masih banyak yang tidak seberuntung kita….

  37. 25/03/2009 pada 3:52 pm | #37

    suhanallah

  38. thetawvic
    25/03/2009 pada 4:25 pm | #38

    apa yg kita liat itu nyata dan mereka itu butuh apa yg selama ini kita keluarkan secara cuma-cuma, harta yang kita pakai untuk yg tidak perlu dan doa yg kita ucapkan hanya untuk diri sendiri.

    kita harus bersyukur bila kita tidak merasa seperti mereka tapi kita harus bersyukur jika kita masih diperlihatkan kesulitan sodara kita namun apakah kita hanya bisa bersyukur dan berucap miris?

  39. 25/03/2009 pada 6:38 pm | #39

    ahhhhh …. tak tahan kumelihatnya :cry:
    miris hatiku :cry:

  40. thejackpiano
    25/03/2009 pada 7:18 pm | #40

    dengarkan indonesia
    saat pangan sandang taklayak dan kekurangan
    sebatas janji takkan cukup
    apalah celotehan seorang yang duduk disenayan
    karena negara ini bukanlah panggung kebohongan belaka

  41. rhomiezf
    25/03/2009 pada 8:18 pm | #41
  42. handokoaji
    25/03/2009 pada 9:07 pm | #42

    inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun

  43. kopral cepot
    25/03/2009 pada 9:10 pm | #43

    banyak koment… semoga dalam satu rasa.. satu hati…

  44. 25/03/2009 pada 10:01 pm | #44

    G mau komen ah ttg diatas.

  45. 25/03/2009 pada 10:03 pm | #45

    kemiskinan sudah lebih mengerikan dari penyakit yang paling menyeramkan AIDS

    semoga banyak hati terpanggil…untuk berbagi…

    “Semoga apa yang kita lakukan…baik hanya sepenggal doa…sebaris kalimat…ataupun sepotong suport…segenggam kepedulian…yang tulus, lama-lama akan menjadi samudera yang membahagiakan dan gurun yang mampu menyejukan.”

  46. ninebox
    25/03/2009 pada 10:11 pm | #46

    *no komeng*… dah speechless duluan ngeliatnya.. T_T

  47. 26/03/2009 pada 7:35 am | #47

    tidak usah menunggu apa yang kamu punya untuk berbagi ke mereka… tapi berikanlah apa yang kamu BISA untk mereka… kalo ada yang di semarang, mampirlah ke panti asuhan tanah putih teman teman… apa yang anda bisa.. beri lah untuk mereka… ^^ xie xie..

  48. 26/03/2009 pada 8:29 am | #48

    Wow seru …brinding bulu kuduku…!

    disini masih ada yang bakar duit…sehari dua bungkus rokok…disana kencing kerbo sangat berharga, fotonya luar biasa …wow…

    disini masih ada tawa..bibir sampai dowel… disana kusem aseng tak karuan air ludah pun tak ada ..bagaimana bisa tertawa…tersenyum saja perih dibibir nan luka.

    hanya satu kata “bersyukurlah!”

    MRG http://niasbarat.wordpress.com

  49. syukriy
    26/03/2009 pada 8:45 am | #49

    apa yang bisa kita lakukan dalam kungkungan ego yang begitu kuat?

  50. rianarisandy
    26/03/2009 pada 11:29 am | #50

    hanya bisa berkata ” syukuri apa yang ada sekarang”

Comment pages
  1. 29/09/2009 pada 11:52 am | #1
  2. 08/10/2010 pada 9:38 am | #2

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 270 pengikut lainnya.