Beranda > Berita > [Video] Williardi Wizar: Antasari Azhar Tidak Bersalah Dan Ada Skenario Untuk Menjeratnya

[Video] Williardi Wizar: Antasari Azhar Tidak Bersalah Dan Ada Skenario Untuk Menjeratnya

Antasari AzharRekayasa kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai terkuak sedikit demi sedikit mengikuti terkuaknya skenario mengkriminalisasikan Bibit dan Chandra melalui pembukaan rekaman Anggodo di Mahkamah konstitusi.

Kesaksian Komisaris Besar Williardi Wizar pada saat persidangan pada Selasa (10/11) dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen memperjelas bahwa adanya skenario besar dibalik kasus pembunuhan tersebut.

Williardi Wizar mengaku bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya dikondisikan dengan keterangan BAP tersangka lain yaitu Sigit Haryo Wibisono dengan sasaran menjerat Antasari Azhar.

Saya dipaksa untuk membuat Antasari sebagai sasaran. Waktu itu saya dikondisikan Direktur Reserse Polda Metro Jaya, wadir, kabag, kasat. Semuanya hadir disitu. Mereka menyebutkan kalau sasaran kita hanya Antasari. Saya diperlihatkan BAP Sigid, dibacakan kepada saya dan minta disamakan saja,” kata Williardi sambil bersumpah mengatakan bahwa ucapannya adalah benar.

Diakui juga bahwa perubahan BAP tersebut atas perintah pimpinan Polri. “Siapa pimpinan Polri yang dimaksud?” tanya penasihat hukum…

“Oleh karena yang ngomong bintang dua, ya Kapolri-lah. Pimpinan saya, ya Kapolri-lah,” kata Williardi.

Semula BAP yang dibuat sudah ditanda tangani oleh Williardi Wizar pada tanggal 29 April 2009, namun Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang saat itu masih dijabat oleh Irjen.Hadiatmoko (saat ini menjadi staf ahli Kapolri) mendatangi dirinya.

Saya minta kamu ngomong saja. amu dijamin pimpinan Polri tidak akan dihukum, didisiplinkan saja,” kataWilliardi mengutip perintah tersebut pada dirinya.

Pada pukul 00.30, Williardi mengaku diminta membuat BAP baru untuk menjerat Antasari Azhar, alasannya BAP sebelumnya tidak dapat digunakan untuk menjerat Antasari Azhar. Dan BAP baru tersebut digunakan jaksa sebagai dasar untuk membuat dakwaan kepada Antasari.

Selain itu Williardi juga mengaku diiming-imingi oleh berbagai fasilitas oleh penyidik yang malam itu datang kerumahnya. “Saksi adalah istri saya, adik saya dan ipar saya.”

Istri Williardi, Nova juga membenarkan bahwa suaminya diminta untuk mengarang  cerita yang memojokkan Antasari Azhar.

Waktu itu saya sudah mengingatkan, jangan Pa, tapi suami saya mengatakan bahwa itu perintah atasan.”

Weleh…Weleh…Makin Seru Nih ?

;)

Ada Ada Saja

  1. 11/11/2009 pukul 12:11 pm | #1

    semoga kebenaran bisa segera terkua :) k

  2. 11/11/2009 pukul 1:01 pm | #2

    Ya, semoga cepat terkuak.
    dari pada banyak orang yang dibuat bingung dengan instansi pemerintah yang seharusnya menjadi panutan buat instansi dibawahnya.

  3. 11/11/2009 pukul 1:52 pm | #3

    Semoga cepat terkuat….

    siapa yang benar dan siapa yang salah …

  4. 11/11/2009 pukul 3:26 pm | #4

    Menyimak perjalanan kasus yang menjerat para petinggi KPK, sungguh membuat saya bertanya-tanya. Sebobrok itukah bangsa ini? Kalau memang benar dugaan rekayasa tersebut adalah nyata, mau di kemana kan negeri ini? Di mana kah nurani bangsa ini? Ketika kebenaran diperjuangkan dengan sebenarnya, ternyata banyak sekali resiko yang harus dihadapi.

    Mudah-mudahan kebenaran dari kasus-kasus tersebut dapat segera terungkap. Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan secara sepihak.
    Cara Membuat Blog

  5. 11/11/2009 pukul 5:25 pm | #5

    Ada-ada aja ya ulah para aparat dan pejabat kita. Kapan sih Indonesia bisa bertranformasi ke arah yg lebih baik? buat pak Antasari mudah-mudahan dikasi jalan yg terbaik sama Tuhan :)

    • wandsocto
      12/11/2009 pukul 9:58 pm | #6

      saya setuju dgn fernia, transformasi memnag diperlukan, tinggal gmana pemerintah menguak segala kebobrokan lembaganya,segala sesuatu butuh pengorbanan utk mendapatkan sesuatu yg lebih baik. Kalo memang tdk dapat hasil dr transformasi maka lebih baik kita butuh revolusi negara. Memang terlihat ekstrim tapi kalau itu cara yg terbaik apa boleh buat.

  6. 12/11/2009 pukul 8:38 am | #7

    Buset dah.. polemik di indo sih uda boleh dibuat sinetron.

  7. 12/11/2009 pukul 9:29 pm | #8

    MASYARAKAT MENGHARAPKAN AKHIR DARI SKENARIO/DRAMA INI ADALAH PENGHENTIAN OKNUM.

    JIKA TIDAK ADA UPAYA/TINDAKAN PENGHENTIAN MAKA AKAN TIDAK PERCAYA LAGI UNTUK KESEMUANYA.

  8. wandsocto
    12/11/2009 pukul 9:54 pm | #9

    Yg namanya kebenaran pasti terungkap, wong Tuahn maha adil! kita liat sapa dibalik semuanya,yg pasti bakal banyak petinggi yg terlibat dr skenario ini. Makan tuh duit haram wahai para pelaku rekayasa kriminalisasi!!! Mang rakayasa uda mendarah kali yah hingga petinggi ampe orang2 kecil.
    Insya Allah semua dpt terketuk bahwa segalanya akan kembali ke diri sendiri.

  9. irwan
    13/11/2009 pukul 4:01 pm | #10

    betul betul betul (ala upin dan ipin), suteradara mana yang berminat menjadikan persetruan ini dijadikan sinetron…….heheheh

  10. 14/11/2009 pukul 4:37 pm | #11

    Semoga kebenaran akan segera terungkap…dan drama ini berakhir dengan terungkapnya kebenaran

  11. Ayu
    15/11/2009 pukul 10:20 am | #12

    Sabar sebentar ya Pak Antasari… Dan selanjutnya semuanya akan menjadi baik seperti sedia kala. Kami sekeluarga berdoa untuk Bapak.

  1. Belum ada trackback.