Luar Biasa! Siswa SMKN 1 Surabaya Pencipta Kamus Negara-Negara Asean (Asean Dictionary)
Empat siswa SMKN 1 Surabaya, Jawa Timur, dipercaya negara-negara ASEAN untuk merancang ASEAN Dictionary (kamus negara-negara ASEAN).
Kamus itu nanti berisi terjemahan semua bahasa yang ada di negara Asia Tenggara dan menjadi panduan bagi turis. Kamus itu bahkan bisa menjadi alat penerjemah bagi seluruh warga Asia Tenggara yang ingin memperluas bahasa.
Kamus ASEAN yang diciptakan siswa SMKN 1 Surabaya itu tidak berwujud buku atau lembaran kertas.
Mereka berhasil menyediakan layanan terjemahan bahasa yang bisa diakses langsung melalui ponsel
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan Surabaya Ruddy Winarko menuturkan, empat siswa itu kini mulai “disewa” beberapa negara Asia Tenggara untuk memberikan penjelasan tentang mekanisme kerja Kamus ASEAN.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Surabaya, apalagi siswa SMKN 1 Surabaya itu memberikan penjelasan pada teknisi serta kalangan akademisi di beberapa negara Asia Tenggara,”ujar Ruddy kemarin.
Menurut mantan Kepala SMKN 1 Surabaya itu, saat ini empat siswa itu masih berada di Kamboja dan Vietnam.
Setelah itu diundang Pemerintah Thailand. “Jadi selama 2-3 bulan ke depan empat siswa itu berada di luar negeri. Untungnya lagi mereka (siswa) diberikan bayaran yang cukup tinggi. Mereka juga diberikan sarana menginap yang layak,” ungkapnya.
Kamus ASEAN nantinya dijadikan rujukan semua negara Asia Tenggara.
Keputusan itu dihasilkan dari keputusan beberapa negara yang melihat inovasi karya yang diciptakan siswa SMKN 1 Surabaya.
Empat siswa SMKN 1 itu sebenarnya membuat tugas akhir semester di sekolah. Kebetulan para siswa itu melihat peranan ponsel yang semakin dekat dengan masyarakat sehingga semua layanan publik bisa dikontrol langsung melalui ponsel.
Salah satu siswa yang berangkat ke Kamboja adalah Rara Indah Permatasari, siswi kelas XII dan Muhammad Basofi Eko Nugroho, siswa kelas XII SMKN 1 Surabaya. Keduanya menjadi tamu kehormatan sekaligus trainer teknologi informasi (TI) di Kamboja.
Keberangkatan mereka ke dua negara tersebut merupakan hasil rangkaian program pertukaran trainer kerja sama Pemkot Surabaya dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seamoe) Regional Open Learning Centre (Seamolec).
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi mengatakan, para siswa Surabaya yang berangkat menjadi pembicara serta penemu Kamus ASEAN layak diberikan apresiasi, apalagi usia siswa itu masih terbilang belia.“Karya yang diberikan siswa SMK kini sudah sejajar dengan perguruan tinggi (PT). Ini menjadi bukti perkembangan SMK di Surabaya,”ujarnya. (Sumber Koran Sindo)
Weleh…Weleh…Sangat Luar Biasa
Selamat Untuk Siswa SMKN ! Surabaya
Teruslah Berkarya !!!

wew.. quh bangga bdg am ckul quh trcinta.. SMKN 1 Surabaya.. I Love Semkanisa..
hebat-hebat ank2 smk 1 surabya yah maju terus smk 1 surabaya
tingkatkan lagi prestasinya anak-anak smk 1 surabaya……..
Saya sangat bangga dan tergugah atas prestasi ke 4 siswa SMKN 1 Surabaya ini. Teruslah kembangkan sayapmu anak2ku. Kalian telah mengharumkan nama bangsamu. Inilah bukti bahwa garuda didadamu telah membawamu terbang kepenjuru ASEAN. mudah2an prestasi kalian menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Dihari guru ini saya mendapathadiah yang menyentuh kalbu dimana jasa daripada guru telah terlihat nyata. Mari para guru kita lahirkan para generasi2 yang berprestasi, sehingga nama Indonesia selalu berkibar di penjuru dunia. Untuk anakku Moh. Farras Naufal dan Aliah Khairunnisa Syafitri ,teladanilah kakak2mu ini yang berasal dari SMKN1 Surabaya. Terimakasih.
Wellehh..wellehh…manteppp tenan rek….maju terus ANAK MUDA INDONESIA
xieppp…gan
gua bangga msuk smkn 1 sby
Bangga juga jadi siswa SMKN 1 Sby