Beranda > Artikel, Berita, Renungan > Memang Lebih Enak Jadi Anggota Dewan Daripada Jadi Guru

Memang Lebih Enak Jadi Anggota Dewan Daripada Jadi Guru

guruIni nih buktinya!  kalau menjadi anggota dewan yang terhormat   lebih enak daripada menjadi guru, walaupun jelas menjadi guru lebih terhormat..  :)

Kalau menjadi anggota dewan, belum apa-apa, bahkan belum dilantikpun sudah disediakan anggaran untuk segala macem  tunjangan tetek bengek seperti mobil, rumah dinas, alat komunikasi, laptop, pelesiran  study banding dan lain sebagainya…sedangkan untuk guru, walah…bukannya menambah kesejahteraan mereka agar para guru-guru dapat berkonsentrasi mendidik anak-anak bangsa, boro-boro bertambah…malahan tunjangan yang sudah ada, yang jumlahnya tidak seberapapun disunat…

Sungguh terrrrrlaaaaalluuuuuuuuu……….. kata  Kangboed :) , tunjangan Guru yang sudah sangat minimpun disunat juga, hal ini terjadi di kota Malang… memang sungguh Malang nasib guru di kota Malang ini…   :(

Kasihan…, Tunjangan Guru Disunat Rp 50 Ribu
Rabu, 26 Agustus 2009 | 06:27 WIB

TEMPO Interaktif, Malang – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, mengurangi tunjangan insentif guru tidak tetap dari Rp 150 ribu menjadi Rp 100 ribu per bulan. Kebijakan itu diambil karena Pemerintah Kota Malang tak mempunyai dana untuk membayar tunjangan insentif guru tidak tetap.

“Kondisi keuangan tak memungkinkan untuk membayar seperti tahun lalu,” kata Kepala Bidang Fungsional dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah kemarin.

Menurut Zubaidah, Pemerintah Kota Malang sebenarnya sudah mengusulkan agar tunjangan insentif dihapus. Namun, anggota DPRD menolak usulan itu. Lantaran beban keuangan terlalu besar, sebagai langkah kompromi, maka diputuskan untuk memotong tunjangan insentif sebesar Rp 50 ribu per orang per bulan. “Ini bentuk kepedulian Pemkot Malang kepada guru,” ujar Zubaidah.

Data pemerintah daerah setempat menunjukkan bahwa jumlah guru tidak tetap yang menerima tunjangan insentif sebanyak 2.889 orang. Dari jumlah itu, jumlah guru tidak tetap yang berasal dari sekolah swasta sebanyak 80 persen, sedangkan dari sekolah negeri sebanyak 20 persen.

Sebenarnya, dari segi jumlah, guru tidak tetap yang menerima tunjangan pada tahun ini berkurang dibanding tahun lalu, yang mencapai 5.046 orang. Adapun guru tidak tetap yang tidak memperoleh tunjangan dari Pemerintah Kota Malang mendapatkannya dari provinsi dan pemerintah pusat.

Informasi yang didapat Tempo menyebutkan, tunjangan insentif untuk guru tidak tetap itu diberikan secara rapel. Tunjangan untuk Februari hingga Juli, misalnya, dibayarkan kemarin. Sedangkan tunjangan untuk Agustus-Desember diperkirakan masih ada dan akan dibayarkan, karena sudah dimasukkan ke perubahan anggaran keuangan. Bahkan jumlah penerima tunjangan insentif diperkirakan akan bertambah sebanyak 480 orang.

Weleh…Weleh…Sungguh Terlalu !!!

Kenapa Bukan Tunjangan Anggota Dewan Yang Disunat ya ?

:(

Ada Ada Saja

Tulisan Yang Berhubungan :

  1. 26/08/2009 pukul 12:49 pm | #1

    weleh..yang pertama dulu….:-)
    Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa…..dari dulu sudah begitu, nggak ada peningkatan

  2. 26/08/2009 pukul 2:45 pm | #2

    biasanya juga guru lebih terhormat dari anggota dewan ,,,

    tanya kenapa ?

  3. 26/08/2009 pukul 3:59 pm | #3

    Saya memandang profesiku tidak/belum pernah dari sisi materi kok mas. Saya juga sadar bahwa kalo anda pengin cepet kaya, jangan jadi guru (jadilah pejabat-anggota dewan), itu sudah kuwanti-wantikan kepada anyak-anyak. Jadi pas, ai not nggumun. Lha nggumunnya ya itu, sudah GTT, kecil insentifnye, misih disunathe. wewewewewe… :lol: :lol: :lol:

    @Mas Wandi…Ini hanya ungkapan keprihatinan saya tentang kurangnya penghargaan terhadap para guru dan saya terus terang saya orang yang paling menghormati para guru, termasuk anda Mas… Salam hormat saya, profesi anda adalah profesi yang sangat Mulia…. :)

  4. 26/08/2009 pukul 4:20 pm | #4

    Duhhh mending jadi Iwan fals yan gmenciptakan lagu Oemar Bakrie !!

  5. 26/08/2009 pukul 9:32 pm | #5

    ibu saya juga seorang guru kang.dan memang benar, banyak sunatan massal disana sini. tp rata2 guru tidak memikirkan hal itu. yg terpenting anak didiknya bisa pandai dan mengerti apa yg diajarkan itu sudah lebih dari cukup utk mengobati sunatan massal tersebut.

  6. 27/08/2009 pukul 5:16 am | #6

    Walah Malang lagi… Kasihan udah jadi Guru di Malang, Kok ya nasibnya Malang banget….

  7. 27/08/2009 pukul 9:52 am | #7

    Sungguh terlalu memang :)

  8. 27/08/2009 pukul 3:13 pm | #8

    Dengan diberlakukannya OTDA harusnya Pemerintah Daerah pada kreatif menciptakan penghasilan asli daerah, jangan hanya ngutak ngatik yang sudah ada ada.
    Seperti halnya kepala keluarga kalau hanya ngandelin gaji tok.tok tidak kreatif cari tambahan.. ya kejadiannya begitu, uang jajan dikuarangin seperti halnya tunjangan guru tersebut..
    Salam persahabatan..

  9. 28/08/2009 pukul 5:07 am | #9

    Jika dilihat enaknya emang enak menjadi anggota dewan, sudah pendapatan besar, dapat jatah proyek, korup lagi. Kalau jadi guru, rejeki untuk saat ini memang tidak begitu besar, tetapi sudah mencukupi, kalaupun mau korupsi ya paling-paling korupsi waktu. Guru lebih miskin dari anggota dewan, tetapi lebih terhormat.

  10. 29/08/2009 pukul 10:27 am | #10

    anggota dewan segala dewan gak perlu buang buang duit negara
    hidup pak guru bu guru

  11. 30/08/2009 pukul 6:56 am | #11

    kadang lebih mulia jadi guru daripada jadi anggota dewan

  12. 30/08/2009 pukul 12:48 pm | #12

    Kalo tunjangan anggota dewa yang disunat bisa ngamuklah dia. Kalo gak ngamuk APBD gak bakaln disahkan oleh mereka :)

  13. 03/09/2009 pukul 12:27 am | #13

    Sudah seharusnya pemerintah Indonesia tegas dalam menghadapi permasalahan seperti ini. Tanpa guru, mereka juga gak akan bisa jadi anggota dewan….

  1. 26/08/2009 pukul 5:10 pm | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 245 pengikut lainnya.