Hah ! Ada 19 SMA Siswanya 100% Tidak Lulus Ujian Nasional ?
Sebanyak 19 SMA yang berada diberbagai daerah seperti Palembang, Gorontalo, Jawa Timur, NTB, Jawa Barat dan Bengkulu disinyalir para siswanya tidak lulus Ujian Nasional (UNAS) 100% .
Adapun alasan ketidak lulusan mereka diduga melakukan kecurangan dengan mendapatkan kunci jawaban palsu sehingga mengakibatkan mayoritas jawaban para siswa tersebut salah total dan tidak sesuai kunci jawaban asli.
Konsekuensi dari adanya ketidak lulusan para siswa yang mencapai 100% pada 19 SMA tersebut, ujian nasional yang telah dijalani dianggap batal dan sekolah-sekolah tersebut harus mengikuti ujian nasional ulang yang akan berlangsung pada tanggal 8 – 12 Juni 2009.
Seperti halnya yang terjadi pada salah satu sekolah di Madiun, yaitu SMAN Wungu, seluruh siswa yang mengikuti ujian nasional harus mengulang kembali, karena setelah dilakukan proses scanning lembar jawaban komputer, ada temuan pola jawaban yang sama dari seluruh siswa. Karenanya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga penyelenggara ujian nasional memutuskan untuk melakukan ujian ulang.
Mengenai dilaksanakannya ujian ulang nasional terhadap 19 sekolah tersebut, anggota Komisi X DPR, Heri Akhmadi secara tegas menolak karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Heri Akhmadi juga mengatakan hal ini sangat aneh, karena bagi mereka yang melakukan kecurangan malah tidak dihukum, tetapi malah diberi ujian ulang, “Ini menunjukkan indikasi konspirasi dilingkungan pendidikan,” jelas Heri.
Hal serupa juga dikatakan oleh anggota Komisi X DPR FKB, Hamid Wahid Zaini, yang mengatakan bahwa pelaksanaan ujian ulang jelas tidak fair bagi siswa sekolah lain yang juga tidak lulus tetapi tidak melakukan kecurangan . Siswa yang tidak curang tetapi tidak lulus tidak diberi kesempatan ujian ulang, mengapa siswa yang terlibat kecurangan dan tidak lulus malah diberi fasilitas ujian ulang. ” Sebenarnya siapa yang melakukan kecurangan, pihak sekolah, pihak dinas pendidikan atau siapa ?” kata Hamid.
Weleh…Weleh…Tidak Lulus 100% ?
Kebangetan…Banget-Banget!!!

Berita menarik. Menurutku, akan lebih menarik (baca: lebih meyakinkan) bila sumber informasinya disebut pula. Bisa, ‘kan?
wew,benarkah itu,,kalau pun benar terjadi makin kacau saja pendidikan di Indonesia,,masa’ nasib siswa belajar selama 3 tahun harus ditentukan oleh 3 hari saja…
(jadi inget masa SMA dulu…:D)
Ujian ulangnya tahun depan ajaa ~_~
sekolah niatnya belajar? apa cuma menghaluskan bangku dengan pantat, hehehe
jangan putus asa belajar , maju, lulus
Wah…. Indonesia yg tercinta semakin bobrok aja di bid. Pendidikan dan Hukum ya….., coba SMA faforit masih saja mengandalkan kunci/ bocoran jawaban ..jangan2 SMA 2 yg lain dan yg terdahulu lulus 100% karena dapat bocoran yang kebetulan tidak palsu… he..he//curang hasilnya sangat baik..ya ngga perlu diulang !!! , Curang secara kolektif ( tidakan kriminal lho..baik yg mengedarkan maupun yg menerima bocoran dokumen negara ygvternyata palsu ) kok malah di beri kelonggaran utk di ulang ya.., boro2 di ulang..mesti di tindak tegas tuh siswa2 yg mental nya jeblok !!!, siswa pinter ngga percaya diri..bibit mental korupsi.!!! kalu diberi kelonggaran wah…kasihan yg curang secara individu, atau jujur yg lagi apes ya tetep ngga lulus
“Guru Goblok murid goblok” ternyata ungkapan itu semakin menjadi kenyataan.
Sesuai pepatah … Guru kencing berdiri … Murid kencing berlari. Yg diurusinnya cuma masalah kencing ya begini jadinya.
BTW … Setuju dengan hukuman buat sekolah yg curang, yg tegas
weeeeellllleeeeeehhhhhh-wwwwwwweeeelllllleeeeeeeehhhhhhhh
kkkkaaaataaa ssssiiiiiaaaapaaaaa tttttuuuuuuuuhhhhhh!!!!!!
eeeeeemmmmmaaaaannnnnggggg bbbbeeeennnneeeeerrrrrrr yyyyyyyaaaaaaa
iiiiiiiisssssssuuuuuuuueeeeee kkkkkkaaaaallllliiiiii yyyyyyeeeee???????
dah mlarat dibikin mumeettttt!!!!????? waddddduuuuuuhhhhhhhh
hehehe… jadi inget masa sma… masa2 paling me-ndableg-kan dalam hidup.
Smada ngawi, tak u uk yaaaaa, memang sejak dulu begitulah caranya, nasib nasib sekarang diulang soalnya diganti, akhirnya jeblokkkkk.
itu sich bukan salah guru, murid atau sekolah .
tapi ini salah yang menetapkan ujian nasional ini .
kami sekolah selama 12 tahun hanya untuk UjianNasional selama 5 hari . sungguh keterlaluan !
mga ja gak terulang di taon2 berikutnya…
berdo’a ja demi kelulusan bersama….
amiin….
ngapain aja tuh selama sekolah
hebathebat menteri pendidikan kerjanya,tpknapa bs ga lulus?berarti ga jd hebat
makanya pak menteri,kaloDPR komisi X ngomong tlg diperhatiin.Dari dulu jg UN itu bermasalah.Skg malah di ketawain tuh oleh negara tetangga.
Ganti aja nama SMA dg BIMBINGAN BELAJAR.Contoh BIMBEL NEGERI 8 JAKARTA SELATAN,BIMBEL NEGERI 70 JAKARTA SELATAN.Agar siswanya lulus 1000%
Weleh….weleh…
parah banget..
moga2 z skull kmi 100% lulus semua..
yang paling n yebelin itu adalah pemerintah nya.
karena dia tuh hanya netapin 5 hari saja untuk mengetahui lulus atau tidak na.
yanmg tau kemampuan siswa tuh Guru ug mengajar.
Bukan Pemerintah nya.
5 hari dalam menentukan lulus atau tidak nya siswa yang belajar selama 3 tahun itu GILA….!!!
murid 100% tidak lulus???
Betapa bodohnya mereka ngikut aja disuruh njiplak..mbok ya pake otak dikit, apa yang dipelajari selama 3th sia-sia kalo otak gak dipake.
Untuk Kepala Sekolah ama Tim Suksesnya, sebaiknya “dipecat” aja dari pns, guru itu mendidik, lha kalo ndidik murid jadi penjiplak…gimana jadinya nanti…
Jangan percaya klu disebabkan sms. Tidak mungkin tidak ada yang mengecek kebenaran jawaban dr sms. Pasti bukan keslahan siswa. Mungkin scaner, LJK, ato cover terbalik (A utk B)
SYA DUKUNG UN ULANG, INI BUKAN MUSIBAH TA
PI BUAT PELAJARAN SEKALIGUS UNTUK MENGUJI
APA BENAR UN SELAMA INI FAIR, KALAU MEMANG
BENAR NGAPAIN TAKUT UN ULNG, KALAU TAKUT BRTI BENER BO’ONNYA (BOCOr), DGN UN ULANG
INI JUGA KITA BENAR2 AKAN TAU KUALTS SEKOLH
YANG BERSANGKUTAN, SAATNYA SADAR PENTINGYA PENINGKTAN KUALITAS PENDIDIKAN DI BIMA BUTUH PERHATIAN LEBH…
Yg jelas…guru end siswa ny pada bodoh bs trkecoh kunci jwbn palsu.
mari kita perbanyak KORUPTOR-KORUPTOR dan MALING maling generasi baru dengan MEMBERI BOCORAN JAWABAN UNAS pada siswa-siswi kita, biar makin ruksak dan bobrok bangsa ini
Kasihan juga denger kabar kaya’ gto.,. tapi iya salah ndiri gag ngerjain sendiri., ngandalin jawaban yg blon tentu benernya.,. Smangadt ajjah iank UAN lgeee.,. jangan bosen lho!!!
yang salah guru apa murit klo udah gini..
kalo yang daerah jabar ada yang ga lulus?kalo ada apa nama sma nya?????????????????????????????????
ikut prihatin akan mentalitas insan2 pendidikan kita ini.
ingat tujuan pendidikan kita harusnya bukan untuk cari nilai tapi cari ilmu….lebih baik dpt nilai sedang sedang dan lulus tapi ilmu dikuasai, daripada dapat nilai selangit dapat njiplak, ilmunya NOL besaar…..
moga saia gak termasuk di dalamnya…
emang benar kenyataan nya. guru yang PNS harus di pecat . sebab mereka hanya mebanggakan PNS mereka saja sehingga mereka tdk peduli akan ke lulusan siswa/i yang meraka ajari. gua perna dengar guru di SMA yg ngomong sama siswanya gini. (saya masuk ngak masukpun tetap digaji dan bukan kalian yg menggaji saya ujar guru kepada semua siswa ) di situ kita dpt simpulkan guru yg PNS hanya membanggakan PNS nya saja. dan yg berjasa dlm mengajar hanya guru yg honorer sebab mereka tdk akan di gaji kalau tdk mengajar.
…….calm down……..
…….calm down……..
katanya tingkat kelulusan tahun ini meningkat,tapi buktinya ada SMA yang 100% murdnya tidak lulus.apa itu bukan hal aneh
hm.. berita yang heboh, seksi, dan sungguh memberikan pandangan yang negatif, …. padahal gak jelas apa yang ada dibalik ini semua..[kenapa gak diperjelas dulu]
kejadian benar nih???
Weleh, weleh, generasi muda Indonesia,apa saja pekerjaanmu? Sekolah 12 tahun, hasilnya Nihil besar.
Bukan nihil nilainya, tapi kelakuannya… Belum jadi pejabat, sudah diajari culas. mau jadi apa Indonesia Nanti?
Tapi aneh juga kalau 100% tidak lulus. Kepada yang ngolah LJK UN, hati-hati jaga amanah. Jangan sampai ada siswa tdk lulus hanya karena kesalahan kalibrasi di scanner.