Beranda > Berita > Enam Tayangan Televisi Yang Dinilai Bermasalah

Enam Tayangan Televisi Yang Dinilai Bermasalah

suami-suami-takut-istriKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) menetapkan enam tayangan televisi (TV) bermasalah selama bulan January 2009 dan terhadap pengelola acara-acara televisi tersebut komisi Penyiaran Indonesia melayangkan surat teguran, bahkan ada yang sudah sampai dua kali mendapat teguran.

Penetapan tayangan televisi yang bermasalah tersebut disesuaikan dengan UU Penyiaran No.32 Tahun 2002 dan Pedoman Perilaku Penyiaran Dan Standar Program Siaran.

Masalah yang terdapat pada siaran-siaran televisi tersebut diantaranya tidak mencantumkan klasifikasi tayangan, mengandung adegan sensual, jam tayangan yang tidak sesuai dengan penonton anak-anak dan mengandung aksi kekerasan.

6 Acara televisi yang bermasalah tersebut adalah :

Komedi Suami-Suami Takut Istri ( Trans TV ), tayangan komedi ini dianggap tidak memperhatikan norma-norma kesopanan dan kesusilaan dalam konteks hubungan suami istri. Sudah dua kali mendapat teguran.

Sinetron Muslimah ( Indosiar ), tayangan ini dinilai  menampilkan adegan kekerasan verbal dan fisik dan berindikasi melanggar kaidah-kaidah agama.

Abdel dan Temon ( Global TV ), tayangan ini dinilai mengandung adegan dan pembicaraan vulgar serta menampilkan kekerasan fisik secara berulang dan dihimbau agar jam tayangan dipindah pada pukul 22.00 wib, karena siaran ini dianggap hanya cocok untuk dewasa.

Komedi Tawa Sutera ( ANTV ), tayangan ini dianggap sering memunculkan adegan sensual dan kekerasan sehingga seharusnya ditayangkan pada malam hari.

Sinetron Alisa ( RCTI ), tayangan ini dinilai mengandung kekerasan verbal dan merendahkan martabat orang lain.

Sinetron Hareem ( Indosiar ), Komisi Penyiaran Indonesia setelah mendengar pertimbangan MUI menilai siaran ini berindikasi melecehkan ajaran agama.

Weleh…Weleh…Banyak Juga …

Bagaimana Dengan Berita-Berita Tentang  Kekerasan Ya ?

  1. ane_chantique
    31/03/2009 pukul 4:38 pm | #1

    Jangan cuma larang – larang secara verbal aja dunk, sama aja kayak orang tua ngelarang anaknya tapi cuma omdo…” jangan na..jangan nak..” ya anaknya mah sanati2 aja, ga tau hati orang tua dah ga tenang..Kadang KPI ga tegas neh..harusnya kan lebih berani, kayak KPK gitu kek..

  2. jokage6
    04/04/2009 pukul 10:52 am | #2

    televisi emang virus… cuma dikit aja progaram tv di indonesia ini yang berfaedah..kebanyakan sampah. “if you often watch tv, you watch idiot box” so jangan sediain tv di rumah selagi acara smapah melulu, kasihan generasi muda kita….

  3. 29/01/2010 pukul 3:51 pm | #3

    yah kita harus pandai pandai menonton acara tv,,lebih lebih buat adik adik yang belum cukkup umur untuk nonton acara yang tak saharusnya dilihat,,bagi orang tua perhatikan putra putrinya

  4. 12/04/2011 pukul 2:14 pm | #4

    emang sekarang totonan yang di sajikan sebagai tontonan SAMPAH, gak punya makna hanya hiburan yang gak ada unsur mendidik,,,,

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 245 pengikut lainnya.